Selamat datang di blog GEOSMANSAKU, terima kasih atas kunjungan anda

mouse pelangi

Wavy Tail

Selasa, 02 April 2013

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN untuk Kelas XI IPS




Hakekat Pembangunan Berkelanjutan


Sustainable development
(pembangunan berkelanjutan)
 
 



diperkenalkan dalam

WCS
(Word Conservation Strategy/Strategi Konservasi Dunia)


diterbitkan oleh

UNEP (United Nations Environment Programme,
IUCN (International  Union for Conservation of Nature and Natural Resources, dan
WWF (Word Wide Fund for Nature pada 1980.
Tahun 1982
UNEP menyelenggarakan sidang istimewa memperingati 10 tahun gerakan lingkungan dunia (1972-1982) di Nairobi, Kenya. Dalam sidang istimewa disepakati pembentukan Komisi Dunia untuk Lingkungan  dan Pembangunan/Word Commision on Environment and Development (WCED).
PBB memilih
Ketua WCED       = Nyonya Harlem Brundtland (PM Norwegia)
Wakil ketua        = Mansyur Khaled (Menlu Sudan)

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa Pembangunan Berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya, kedalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.
Konsep tersebut di publikasikan oleh:
1:
The Word Conservation Strategy (WCS) tahun 1980 di Gland, Swiss dan menjadi pusat pemikiran untuk pembangunan dan lingkungan.
Menurut WCS, “Pembangunan berkelanjutan adalah pemeliharaan proses ekologi yang esensial dan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman genetik, dan pemanfaatan berkelanjutan spesies dan ekosistem”.
2.
Word Commision on Environment and Development (WCED) 1978 dikenal dengan nama Komisi Brundtland, mendefinisikan “Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi  generasi kini tanpa membahayakan generasi mendatang untuk dapat memenuhi sendiri kebutuhan mereka”.
Pembangunan berkelanjutan dipopulerkan melalui laporan Our Common Future (Masa Depan Bersama) yang disiapkan oleh Kominsi Dunia tentang Lingkungan dan Pembangunan tahun 1987 yang dikenal dengan Komisi Brundtland.
Anggota Komisi Brundtland menyetujui satu isu utama yang dianggap penting yaitu pada kenytaannya kegiatan pembangunan telah mengakibatkan banyak kemiskinan dan kemerosotan serta kerusakan lingkungan. Komisi menekankan beberapa persoalan seperti kependudukan , ketersediaan jaminan pangan , punahnya spesies dan sumber energi, serta industri dan pemukiman. Secara garis besar pembangunan berkelanjutan mempunyai ciri-ciri sbb:
1.      Menjamin pemerataan dan keadilan
2.      Menghargai keanekaragaman hayati
3.      Menggunakan pendekatan integratif (terpadu)
4.      Menggunakan wawasan dan pandangan ke depan
Pembangunan berkelanjutan berusaha menyatukan 3 dimensi :ekonomi, sosial dan lingkungan hidup menjadi suatu sinergi dalam meningkatkan kualitas manusia.
3 Pilar pembangunan berkelanjutan dicetuskan sejak Deklarasi Stockholm 1972 hingga menuju KTT Bumi di Rio de Jeneiro tahun 1992 dn selanjutnya dilaksanakan di Johannesburg, Afrika Selatan tanggal 26 Agustus – 4 September 2002, yang menekankan perlunya koordinasi dan integrasi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan dalam setiap pembangunan nasional , dengan pendekatan kependudukan , pembangunan dan lingkungan sampai dengan integrasi aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.
Dalam pembangunan berkelanjutan terdapat 2 konsep kunci yaitu:
1.      Kebutuhan, khususnya kebutuhan para fakir miskin di negara berkembang
2.      Keterbatasan dari teknologi dan organisasi yang berkaitan dengan kapasitas lingkungan untuk mencukupi kebutuhan sekarang dan masa depan.
Menurut Komisi Brundtland terdapat 7 tujuan penting untuk kebijakan pembangunan dan lingkungan yaitu:
1.      Memikirkan kembali makna lingkungan
2.      Merubah kualitas pertumbuhan (lebih menekankan pada pembangunan dari pada sekedar pertumbuhan).
3.      Memenuhi kebutuhan dasar akan lapangan kerja, makanan, energi, air, dan sanitasi
4.      Menjamin teerciptanya keberlanjutan pada satu Menjamin teerciptanya keberlanjutan pada satu tingkatan pertumbuhan penduduk tertentu.
5.      Mengonversi dan meningkatkan sumber daya
6.      Merubah arah teknologi dan mengelola resiko
7.      Memadukan pertimbangan lingkungan dan ekonomi dalam pengambilan keputusan.
KTT Pembangunan Berkelanjutan (Word Summit on Sustainable Development) tahun 1992, di Rio de Jeneiro, Brasil membahas masalah lingkungan dan menghasilkan konsep pembangunan berkelanjutan yang tersusun dalam agenda 21.
Dalam dokumen Agenda 21 di Indonesia gagasan pembangunan berkelanjutan telah diupayakan dalam program strategi pengelolaan lingkungan. Agenda ini merumuskan strategi nasional untuk pembangunan berkelanjutan yang dikelompokan menjadi 4 :
1.      Pelayanan masyarakat
Agendanya meliputi : pengentasan kemiskinan, perubahan pola produksi dan konsumsi, dinamika kependudukan, pengelolaan dan peningkatan kesehatan, pengembangan perumahan dan pemukiman, serta sistem perdagangan global, instrumen ekonomi, serta neraca ekonomi dan lingkungan terpadu.
2.      Pengelolaan limbah
Agenda dirumuskan dengan sasaran untuk memperbaiki kondisi dan kualitas lingkungan hidup manusia serta mencegah proses degradasi lingkungan hidup secara keseluruhan. Aspek yang menjadi sasaran adalah: perlindungan atmosfer, pengelolaan bahan kimia beracun, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun,  pengelolaan limbah radioaktif, dan pengelolaan limbah padat dan cair.
3.      Pengelolaan sumber daya tanah
Pengelolaan sumber daya tanah dipandang penting dan dasar dengan pertimbangan bahwa proses-proses pembangunan yang akan terjadi di Indonesia masih akan ditumpukan pada potensi sumber daya tanah. Agenda yang dirumuskan adalah : 1. Penatagunaan sumber daya tanah, 2. Pengelolaan hutan, 3. Pengembangan pertanian dan pedesaan, 4. Pengelolaan sumber daya air.
4.      Pengelolaan sumber daya alam
Agenda dalam pengelolaan sumber daya alam adalah konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan bioteknologi, serta pengelolaan terpadu wilayah pesisir dan lautan.
Persoalan-persoalan mendasar terkait dengan masalah lingkungan:
a)      Konsep pembangunan yang berkelanjutan beserta segenap keterkaitannya dengan masalah-masalah lingkungan hidup.
b)      Kependudukan dan sumber daya
c)      Kemiskinan
d)      Pertumbuhan ekonomi
e)      Pembanguna daerah pedesaan
f)       Urbanisasi
g)      Perekonomian global
Proses pembangunan berkelanjutan bertumpu pada 3 faktor;
1.      Kondisi sumber daya alam
Sumber daya alam sebagai penopang proses pembangunan berkelanjutan perlu memiliki kemampuan yang tinggi sehingga dapat berfungsi secara berkesinambungan. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui perlu diolah dalam batas kemampuan pulihnya, sedangkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui pemanfaatannya perlu dilakukan secara efisien serta perlu dikembangkan teknologi yang mampu mensubstitusi bahan substansinya.
1.      Kualitas lingkungan
Lingkungan dan sumber daya alam memiliki hubungan timbal balik yang erat. Makin tinggi kualitas lingkungan, maka makin tinggi pula kualitas sumber daya alam yang mampu menopang pembangunan yang berkualitas.
2.      Kependudukan
Penduduk menjadi faktor beban pembangunan, tetapi sebaiknya juga dapat menjadi modal pembangunan. Sumber daya manusia yang unggul dapat menjadi modal dasar pembangunan yang penting. 

“Konsep Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan”

Pada KTT Bumi (Earth Summit) tentang lingkungan dan pembangunan yang dikenal dengan United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) di Rio de Jeneiro 1992, para pemimpin dunia sepakat mengadopsi rencana-rencana besar yang terkait dengn konservasi lingkungan sementara untuk menyejahterakan umat manusia melalui pembangunan.
Kesepakatan tersebut tertuang dalam 3 dokumen yang bersifat tidak mengikat secara hukum, yaitu:
1.      Deklarasi Rio, adalah deklarasi tentang lingkungan dan pembangunan. Deklarasi ini berisi tentang pernyataan yang meliputi 27 prinsip yang menekankan hubungan antara lingkungan dan pembangunan.
2.      Pernyataan tentang prinsip-prinsip kehutanan, adalah pernyataan yang mengenali pentingnya hutan bagi pembangunan ekonpmi, menyerap karbon atmosfer, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pengelolaan daerah aliran sungai.
3.      Agenda 21, adalah sebuah rencana komprehensif mengenai program pembangunan berkelanjutan ketika dunia memasuki abad 21.
Pada KTT Bumi tersebut juga disepakati 2 dokumen yang secara hukum mengikat (legalty binding), yaitu;
1.      Konvensi keanekaragaman hayati atau Convension on Biological Diversity (CBD).
2.      Konvensi kerangka PBB  tentang perubahan iklim atau United Nations Framework Convension on Climate Change (UNFCCC).
Agenda 21 merupakan program aksi untuk aksi pembangunan berkelanjutan yang mempunyai 4 hal utama :
a.       Program aspek sosial dan ekonomi, misalnya penanggulangan kemiskinan, kependudukan, perubahan pola produksi dan konsumsi, pemukiman, kesehatan, pemanduan lingkungan, dan pembangunan serta kerja sama internasional.
b.      Program konservasi dan pengelolaan sumber daya alam, seperti perlindungan atmosfer, pengelolaan tanah, hutan air tawar, pesisir dan kelautan, pedesaan dan pertanian,bioteknologi, pengendalian bahan dan limbah beracun yang berbahaya, serta pengelolaan limbah termasuk radioaktif.
c.       Program penguatan peranan kelompok utama dalam masyarakat, seperti masyarakat adat, kalangan perempuan, pemerintah daerah, petani, pengusaha dan industriawan, komunitas ilmuwan, serta pakar teknologi.
d.      Program sarana pengembangan sarana pembangunan, seperti pembiayaan, alih teknologi, pengembangan ilmu, pendidikan, kerja sama nasional maupun internasional, dan pengembangan informasi.
Setelah itu pada tanggal 11Desember 1997 pada pertemuan ke 3 Conference Of the Parties (COP) UNFCCC di Kota Kyoto, Jepang yang diratifikasi 187 negara dihasilkan Protokol Kyoto yang merupakan komitmen 37 negara industri diwajibkan mengurangi emisi gas rumah kaca sampai dengan 5,2% dibawah tingkat emisi tahun 1990. Protokol Kyoto memiliki masa komitmen yang berakhir tahun 2012.
“Dampak pembangunan terhadap lingkungan hidup”
Kegiatan pembangunan menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positif pembangunan dapat diketahui memlalui indikator ekonomi, indikator kualitas hidup,dan indikator gabungan. Dampak negatif pada umumnya ditandai dengan kerusakan lahan, seperti penggundulan hutan, penggersangan lahan, pencemaran, pemanasan global, dan penipisan lapisan ozon.
Ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan sumber daya alam, membuat lingkungan hidup bisa berubah. Perubahan sebagai akibat kegiatan manusia dapat menghasilkan hasil yang baik dan buruk.
Kerusakan sumber daya alam diakibatkan oleh pengelolaan tanpa perhitungan. Jumlah penduduk yang kian meningkat menyebabkan kebutuhan seperti sandang, pangan dan papan, maupun pemukiman juga meningkat. Kebutuhan manusia tersebut menyebabkan tereksploitasinya sumber daya alam secar berlebihan, sehingga menyebabkan menipisnya persediaan sumber daya alam yang akhirnya akan menimbulkan bencana bagi manusia.
Pada hakekatnya terdapat 5 permasalahan poko yang dihadapi dunia dewasa ini, yaitu:
1.      Pengembangan dan pemanfaatan alam yang makin terbatas
2.      Dinamika kependudukan yang grafiknya naik secara tajam
3.      Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata
4.      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang apabila tidak dilandasi moral akan mengancam keserasian kehidupan dunia.
5.      Lingkungan hidup yang maikn jelek menyebabkan jaringan interaksi unsur lingkungan tidak berfungsi denganbaik.
Masalah-masalah tersebut apabila penanganannya tidak tepat, maka akan saling berbenturan dan berakibat pada kerusakan lingkungan.

SOAL:
1.      Jelaskan pengertian pembangunan berkelanjutan menurut Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 !
2.      Sebutkan ciri-ciri pembangunan berkelanjutan
3.      Sebutkan 2 dokumen yang secara hukum mengikat dari hasil KTT Bumi (Earth Summit) tentang lingkungan dan pembangunan di  Rio de Jeneiro 1992!
4.      Jelaskan isi dari Protokol Kyoto!
5.      Sebutkan 5 permasalahan pokok yang dihadapi oleh dunia dewasa ini!


Hasil KTT di Nusa Dua Bali
KTT Perubahan Iklim
Indonesia Harus Galang Dukungan Negara Selatan

Source : Suara Pembaruan
Category : Hukum dan Kebijakan
Code : Edisi 10-38b

Date and Time of Publication : 18-September-07 — 07:09:41Sumber: Suara Pembaruan, 10 September 2007JakartaTak terwujudnya komitmen tentang pengurangan emisi gas buang dan menyikapi perubahan iklim di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC yang selesai akhir pekan lalu di Sydney, Australia, merupakan sinyal yang harus ditanggapi segera oleh Pemerintah Indonesia. Jika pemerintah Indonesia selaku tuan rumah KTT Perubahan Iklim yang akan berlangsung di Bali, Desember 2007, tidak berbuat apa-apa, dikhawatirkan hasil KTT di Bali tidak akan maksimal atau serupa dengan KTT APEC.
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Chalid Muhammad, di Jakarta, Senin (10/9), mengatakan, Indonesia mulai dari sekarang harus melakukan lobi dan menggalang dukungan dari negara selatan (berkembang) untuk menghadapi kepentingan ekonomi negara-negara utara (maju).
“Di KTT Bali nanti, posisi negara berkembang harus sejajar dengan negara maju. Kalau perlu kekuatan negara berkembang harus mayoritas agar bisa menekan negara maju,” katanya. Dia menyerukan, agar Indonesia mempunyai kemampuan melobi negara-negara lain, dan pemerintah harus memenuhi persyaratan tertentu, yakni melindungi hutan dari kerusakan.
Perlindungan hutan, baik dari illegal logging maupun kebakaran hutan, lanjut Chalid, harus dilakukan dengan benar dan tegas. “Mo-ratorium jeda tebang harus dilakukan sebagai bentuk keberpihakan pengelolaan lingkungan hidup, khususnya hutan,” ujarnya. Dia juga meminta pemerintah agar berhati-hati dengan dana-dana bantuan yang diberikan dengan alasan sebagai dana pelestarian hutan. Amerika Serikat memberikan bantuan dana US$ 20 juta dan Australia membantu Aus$100 juta kepada Indonesia untuk memelihara hutan.
“Indonesia harus hati-hati dengan bantuan uang itu karena Indonesia akan punya kendala psikologis untuk menekan negara maju mengurangi emisi gas buangnya karena sudah diberi uang,” katanya.
AS Bantu
Pada pertemuan APEC, Presiden Amerika Serikat George W Bush menyampaikan komitmennya untuk membantu program penghutanan kembali di Indonesia senilai US$ 20 juta dalam pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Intercontinental Sydney, Sabtu (8/9).Dalam pertemuan itu, Presiden Yudhoyono didampingi Menko Perekonomian Boediono, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Radjasa, Mendag Mari E Pangestu, Menneg LH Rachmat Witoelar, anggota Wantimpres Emil Salim, serta Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal.
Presiden Bush menyampaikan penghargaan dan dukungannya kepada Pemerintah Indonesia yang dinilainya memiliki komitmen yang kuat untuk ikut menyelamatkan lingkungan hidup, khususnya mengenai perubahan iklim dan pelestarian terumbu karang. Ia pun menyampaikan keinginannya agar Presiden Yudhoyono dan para pemimpin dunia lainnya terus membantu meningkatkan kualitas lingkungan hidup. [E-7]
Bagaimanakah tanggapan anda tentang pemanasan global saat ini....??? cari informasi tambahan dari sumber lain (buku / internet)

Minggu, 18 November 2012

SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI

SELAMAT SORE SEMUA....APA KABAR...SEMOGA SEHAT SELALU......Khusus Klas X  ini ibu kasih materi Sejarah Pembentukan Bumi, silahkan di donwload  "Selamat Belajar"

Sejarah Pembentukan bumi.
Indikator:
·   Mendeskripsikan sejarah pembentukan muka bumi
·   Mengidentifikasi karakteristik lapisan bumi
·   Menjelaskan perkembangan bentuk muka bumi
Menganalisis teori tektonik lempeng
Proses Terjadinya Bumi
-        Big bang
                Kejadian alam semesta dan terbentuknya tata surya diawali dari sebuah dentuman dahsyat
-        Pembentukan bintang
Hasil ledakan yang berupa debu dan awan hidrogen tersebut membentuk bintang-bintang (Matahari dan Bumi sebagai calon tata surya belum dilahirkan).
-        Supernova
Yaitu ledakan suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi yang teramat besar. Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang.
-        Pendinginan Nebula
Setelah peristiwa supernova, gravitasi antar bahan nebula mulai aktif. Ketika gravitasi mulai bekerja, pembentukan sebuah bintang dan atau matahari mulai terjadi.
-        Pembentukan Matahari & cincin planet
Gaya gravitasi antar molekul menyebabkan adanya gerakan memutar, bagian pusat menjadi matahari, sedangkan gumpalan-gumpalan lainnya menjadi planet-planet. Ketika daya pancar matahari membesar, selubung gas pada planet yang dekat dengan matahari tersapu sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan padat
-        Akresi (accretion) adalah penambahan panas karena bumi dihujani atau dihantam oleh benda-benda angkasa. Energi dari benda-benda tersebut berubah menjadi panas. Sebagai gambaran, tiap 5 ton berat benda angkasa yang menghantam bumi dengan kecepatan 30 km/ detik mampu memberikan energi yang sama dengan ledakan nuklir sebesar 1.000 ton.
-        Kompresi dan distintegrasi
Kompresi atau semakin memadatnya bumi karena gaya gravitasi. Bagian dalam bumi menerima tekanan yang lebih besar dibanding bagian luarnya. Tingginya suhu pada bagian dalam atau inti bumi, mengakibatkan unsur besi menjadi cair sehingga inti bumi merupakan cairan.
-        Disintegrasi atau penguraian unsur-unsur radioaktif, seperti uranium, thorium, dan potasium. Jumlah unsur-unsur tersebut sebenarnya relatif kecil tetapi dapat meningkatkan suhu bumi. Atom-atom dari unsur tersebut secara spontan terurai dan mengeluarkan partikel-partikel atom yang berubah menjadi unsur lain. Partikel-partikel tersebut diserap oleh batuan di sekitarnya.
-        Pembentukan Atmosfer, Samudera, Benua & makhluk hidup
-        Makhluk Hidup

Fase-Fase Pembentukan Bumi ada 3 :
Ø  Fase Gas
        Sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu, awan dan gas (nebula) mengalami penyusutan.Sebagian           besar diantaranya menjadi Matahari. Sisanya kemudian menyusut lagi dan terpecah menjadi gumpalan partikel es dan batuan. Lama kelamaan partikel-partikel es dan batuan tersebut   melekat satu sama lain sehingga membentuk planet-planet.
Ø  Fase Cair
        Setelah ± 100 juta tahun awalnya hanya berupa awan dan gas, bumi berubah menjadi bola          batuan raksasa, Planet bumi ini menjadi panas yang disebabkan partikel-partikel batuannya                saling berbenturan. Permukaan bumi meleleh dan bumi muda ini tampak merah membara.
Ø  Fase Padat
        Radioaktif yang terdapat didalam batuan suhunya semakin meningkat sehingga seluruh bumi    meleleh. Berawal dari sini, terbentuklah lapisan-lapisan bumi. Batuan yang lebih ringan              mengapung diatas lapisan besi tersebut.
Ø  Muncul Makhluk Hidup
        Setelah ± 3,5 milia rtahun yang lalu, mulai muncul makhluk hidup di bumi, Makhluk hidup yang   pertama muncul di bumi berbentuk sel mikroskopis. Setelah itu barulah muncul makhluk hidup                yang lain, seperti hewan, tumbuhan dan manusia
Bagaimana proses terjadinya pelapisan bumi?
Secara ringkas, proses pembentukan bumi terbagi menjadi tiga tahap, yaitu sbb :
  1. Tahap pada saat bumi merupakan planet yang homogen atau belum terjadi diferensiasi dan zonafikasi.
  2. Proses diferensiasi atau pemilahan, yaitu ketika material besi yang lebih berat tenggelam menuju pusat bumi dan material yang lebih ringan bergerak kepermukaan. Pada tahap ini, bumi tidak lagi homogen, tetapi terdiri atas dua bagian, yaitu material yang lebih berat (besi) dipusat bumi dan material yang lebih ringan dibagian yang lebih luar.
  3. Proses zonafikasi, tahap dimana bumi terbagi menjadi beberapa zona atau lapisan, yaitu inti besi yang padat, inti besi cair, mantel bagian bawah, zona transisi, astenosfer yang cair dan litosfer yang teridir atas kerak benua dan kerak samudra.
Karakteristik Pelapisan Bumi

Lapisan – Lapisan Bumi dari dalam keluar :
  1. Inti Dalam {besi dan nikel padat, suhu ± 4.500 ºC, diameter 2.740 km
  2. Inti Luar
  3. Mantel Bumi
  4. Kerak Bumi
  5. Atmosfer (troposfer, stratosfer, mesosfer/ionosfer, termosfer, eksosfer)

Ø  Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (niccolum=nikel dan ferum besi) jari jari barisfer +- 3.470 km.
Ø  Calcosfer/Lapisan antara yaitu lapisan yang terdapat di atas nife tebal 1700 km. Lapisan ini disebut juga asthenosfer mautle/mautel), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar. Berat jenisnya 5 gr/cm3.
Lithosfer yaitu lapisan paling luar yang terletak di atas lapisan antara dengan ketebalan 1200km berat jenis rata-rata 2,8 gram/cm3.
Top of Form
Bottom of Form
Bismillah, masih dalam artikel geografi, kali ini kita akan membahas tentang Teori Terbentuknya Kulit Bumi, apa dan bagaimana Teori Terbentuknya Kulit Bumi itu. Semoga apa yang pengarang buku ini tulis dapat bermanfaat untuk kita semua. Apabila Artikel ini bukan jawaban yang teman-teman cari, silahkan gunakan fasilitas pencarian diatas untuk menemukan artikel yang tepat. Selamat membaca Teori Terbentuknya Kulit Bumi.

Kulit bumi dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan. Hal ini telah menjadi bahan pemikiran para ahli untuk mengungkap proses perubahan dan perkembangan kulit bumi pada masa lalu, sekarang dan prediksi pada masa yang akan datang. Adapun berbagai teori terbentuknya kulit bumi yang dikemukakan para ahli antara lain sebagai berikut.

1. Teori kontraksi (Contraction theory)

Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Descrates (1596-1650). Ia menyatakan bahwa bumi semakin lama semakin susut dan mengkerut yang disebabkan oleh terjadinya proses pendinginan, sehingga di bagian permukaannya terbentuk relief berupa gunung, lembah, dan dataran.

Teori kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852). Mereka berpendapat bahwa bumi mengalami pengerutan karena terjadi proses pendinginan di bagian dalam bumi yang mengakibatkan bagian permukaan bumi mengerut membentuk pegunungan dan lembah-lembah.

2. Teori dua benua (Laurasia-Gondwana theory)

Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar, yaitu Laurasia di sekitar kutub utara dan Gondwana di sekitar kutub selatan bumi. Kedua benua tersebut kemudian bergerak perlahan ke arah equator bumi, sehingga akhirnya terpecah-pecah menjadi benua benua yang lebih kecil. Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa dan Amerika Utara, sedangkan Gondwana terpecah menjadi Afrika, Australia dan Amerika Selatan. Teori Laurasia-Gondwana kali pertama dikemukakan oleh Edward Zuess pada 1884.


Gambar 2.6 Benua Laurasia dan Benua Gondwana
                                               (Sumber: http://land.heim.at/toskana/210137/)

3. Teori pengapungan benua (Continental drift theory)

Teori pengapungan benua dikemukakan oleh Alfred Wegener pada 1912. Ia menyatakan bahwa pada awalnya di bumi hanya ada satu benua maha besar yang disebut Pangea. Menurutnya benua tersebut kemudian terpecah-pecah dan terus bergerak melalui dasar laut. Gerakan rotasi bumi yang sentripugal, mengakibatkan pecahan benua tersebut bergerak ke arah barat menuju equator. Teori ini didukung oleh bukti-bukti berupa kesamaan garis pantai Afrika bagian barat dengan Amerika Selatan bagian timur, serta adanya kesamaan batuan dan fosil pada kedua daerah tersebut.

4. Teori konveksi (Convection theory)

Menurut teori konveksi yang dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess dan dikembangkan lebih lanjut oleh Robert Diesz, menyatakan bahwa di dalam bumi yang masih dalam keadaan panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada di atasnya, sehingga ketika arus konveksi yang membawa materi berupa lava sampai ke permukaan bumi di mid oceanic ridge (punggung tengah samudera), lava tersebut akan membeku membentuk lapisan kulit bumi yang baru menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua.

Bukti kebenaran teori konveksi adalah terdapatnya tanggul dasar samudera (Mid Oceanic Ridge), seperti Mid Atlantic Ridge dan Pasific-Atlantic Ridge. Bukti lainnya didasarkan pada penelitian umur dasar laut yang membuktikan bahwa semakin jauh dari punggung tengah samudera, umur batuan semakin tua. Artinya terdapat gerakan yang berasal dari Mid Oceanic Ridge ke arah berlawanan yang disebabkan oleh adanya arus konveksi dari lapisan di bawah kulit bumi.

Gambar 2.7 Arus Konveksi 
(Sumber: Koleksi penulis, 2007)

5. Teori lempeng tektonik (Plate Tectonic theory)

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa planet bumi terdiri atas sejumlah lapisan. Lapisan bagian atas bumi merupakan bagian yang tegar dan kaku berada pada suatu lapisan yang plastik atau cair. Hal ini mengakibatkan lapisan permukaaan bumi bagian atas menjadi tidak stabil dan selalu bergerak sesuai dengan gerakan yang berada di bawahnya. Keadaan inilah yang melatarbelakangi lahirnya teori Lempeng Tektonik. Lahirnya teori lempeng tektonik (tectonic Plate theory) pada tahun 1968 merupakan kenyataan mutakhir dalam geologi yang menunjukkan terjadinya evolusi bentuk permukaan bumi.

Teori lempeng tektonik dikemukakan oleh Tozo Wilso. Berdasarkan teori ini, kulit bumi atau litosfer terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer, Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer yang berada di bawah lempeng tektonik kulit bumi.

Litosfer sebagai lapisan paling luar dari badan bumi, bagaikan kulit ari pada kulit manusia dan merupakan lapisan kerak bumi yang tipis. Prinsip teori tektonik lempeng adalah kulit bumi terdiri atas lempeng-lempeng yang kaku dengan bentuk tidak beraturan. Dinamakan lempeng karena bagian litosfer mempunyai ukuran yang besar di kedua dimensi horizontal (panjang dan lebar), tetapi berukuran kecil pada arah vertikal (ketebalan). Bandingkan dengan daun meja, daun pintu, atau lantai di kelas kalian! Lempeng ini terdiri atas lempeng benua (tebal sekitar 40 km) dan lempeng samudera (tebal sekitar 10 km). Kedua lempeng tersebut berada di atas lapisan astenosfer dengan kecepatan rata-rata 10 cm/tahun atau 100 km/10 juta tahun.

Astenosfer merupakan suatu lapisan yang cair (kental) dan sangat panas. Panasnya cairan astenosfer senantiasa memberikan kekuatan besar dari dalam bumi untuk menggerakkan lempeng-lempeng secara tidak beraturan. Kekuatan ini dinamakan tenaga endogen yang telah menghasilkan berbagai bentuk di permukaan bumi. Di bumi ini litosfer terpecah-pecah menjadi sekitar 12 lempeng.

Teori lempeng tektonik banyak didukung oleh fakta ilmiah, terutama dari data penelitian geologi, geologi kelautan, kemagnetan purba, kegempaan, pendugaan paleontologi, dan pemboran laut dalam. Lahirnya teori lempeng tektonik sebenarnya merupakan jalinan dari berbagai konsep dan teori lama seperti Teori Apungan Benua, Teori Arus Konveksi, Teori Pemekaran Lantai samudera, dan Teori Sesar Mendatar, sebagaimana telah dijelaskan pada teori-teori di atas.

Berdasarkan kajian para ahli, lempeng tektonik yang tersebar di permukaan bumi dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Gambar 2.8 Lempeng-lempeng Litosfer
(Sumber: Modifikasi dari Frank P. dan Raymond S., 1985)

Lempeng-lempeng tersebut selalu bergerak dan mendesak satu sama lain. Lempeng tektonik bagian atas disebut lempeng samudera, sedangkan lempeng tektonik pada bagian atas terdapat masa kontinen disebut lempeng benua. Kedua lempeng ini memiliki sifat yang berbeda. Apabila dua lempeng yang berbeda sifat tersebut saling mendekat, umumnya lempeng samudera akan ditekuk ke bawah lempeng benua hingga jauh ke dalam lapisan astenosfer. Bertemunya antara dua lempeng seperti ini dinamakan gerakan bertumbukan (subduction), sedangkan daerah yang menjadi tempat tumbukan lempeng-lempeng disebut subduction zone.

Selain saling mendekat kemudian bertumbukan, gerakan lempeng juga ada yang saling menjauh dengan lempeng lainnya, dinamakan gerak divergent atau disebut juga sebagai proses pemekaran. Hasil pemekaran lempeng yang berada di atas benua disebut rifting, sedangkan pemekaran yang berada di samudera disebut spreading. Contoh proses ini adalah pecahnya Benua Pangea pada Zaman Trias dengan membentuk celah sepanjang pinggiran Atlantik yang memisahkan Afrika dan Amerika Latin. Coba kamu perhatikan kedua benua tersebut! Pasti nampak seperti sebuah sobekan kertas yang keduanya menunjukkan ciri-ciri bekas sobekan yang berpasangan. Selain itu, ada juga gerakan lempeng yang hanya bersinggungan atau berpapasan, disebut juga transcurrent fault.

Setiap gerakan lempeng yang berbeda tersebut, akan mempengaruhi gejala dan fenomena alam di atas permukaan bumi. Secara lengkap, prinsip pergerakan lempeng-lempeng tektonik adalah sebagai berikut:

a. Konvergensi

Konvergensi, yaitu gerakan saling bertumbukan antarlempeng tektonik. Tumbukan antarlempeng tektonik dapat berupa tumbukan antara lempeng benua dengan benua atau antara lempeng benua dengan lempeng dasar samudera. Zone atau tempat terjadinya tumbukan antara lempeng tektonik benua dengan benua disebut Zone Konvergen. Contohnya tumbukan antara lempeng India dengan lempeng Benua Eurasia yang menghasilkan terbentuknya pegunungan lipatan muda Himalaya yang merupakan pegunungan tertinggi di dunia dengan puncak tertingginya, yaitu Mount Everest. Contoh lainnya, tumbukan lempeng Italia dengan Benua Eropa yang menghasilkan terbentuknya Pegunungan Alpen.

Zone berupa jalur tumbukan antarlempeng benua dengan lempeng dasar samudera, disebut Zone Subduksi atau zone tunjam, contohnya tumbukan antara lempeng benua Amerika dengan lempeng dasar Samudera Pasifik yang menghasilkan terbentuknya Pegunungan Rocky dan Pegunungan Andes. Fenomana yang dihasilkannya:

1) lempeng samudera menghujam ke bawah lempeng benua;
2) terbentuk palung laut di tempat tumbukan tersebut;
3) pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan;
4) terdapat aktivitas vulkanisme, intrusi dan ekstrusi;
5) daerah hiposentra gempa dangkal dan dalam;
6) penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng;
7) timbunan sedimen campuran atau melange.

Contoh:

Pegunungan di pantai barat Amerika, deretan Pulau Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara, merupakan akibat pembengkakan lempeng benua. Bermunculan puncak gunungapi dan terjadi gempa di sepanjang pulau dan pegunungan tersebut. Ingatlah bahaya gempa yang menimbulkan Tsunami di Aceh dan Sumatera Utara pada akhir Desember 2004, gempa tersebut timbul akibat adanya tumbukan antara lempeng samudera Australia terhadap lempeng benua Asia.
Gambar 2.9 Daerah tumbukan dua lempeng
(Sumber: http://www.platetectonics.com/book/images/Subduction2.gif)

b. Divergensi

Divergensi yaitu gerakan saling menjauh antarlempeng tektonik contohnya gerakan saling menjauh antara lempeng Afrika dengan Amerika bagian selatan. Zone berupa jalur tempat berpisahnya lempeng-lempeng tektonik disebut Zone Divergen (zone sebar pisah). Fenomena yang terjadi, sebagai berikut:

1) Perenggangan lempeng yang disertai pertumbukan kedua tepinya.
2) Pembentukan tanggul dasar samudera (med ocean ridge) di sepanjang tempat perenggangan lempeng-lempeng tersebut.
3) Aktivitas vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur bantal (lava bantal) dan hamparan leleran lava encer, dan
4) Aktivitas gempa.

Contoh:

Di Lautan Atlantik, tanggul dasar samudera memanjang dari dekat Kutub Utara sampai mendekati Kutub Selatan. Celah ini menjadikan benua Amerika bergerak saling menjauh dengan benua Eropa dan Afrika.
Gambar 2.10 Dua lempeng saling menjauh 
(http://www.windows.ucar. edu/earth/images/earths_crust_small.gif)
c. Sesar mendatar
Sesar mendatar (Transform), yaitu gerakan saling bergesekan (berlawanan arah) antarlempeng tektonik. Contohnya, gesekan antara lempeng Samudera Pasifik dengan lempeng daratan Amerika Utara yang mengakibatkan terbentuknya Sesar San Andreas yang membentang sepanjang kurang lebih 1.200 km dari San Francisco di utara sampai Los Angeles di selatan Amerika Serikat. Zone berupa jalur tempat bergesekan lempeng-lempeng tektonik disebut Zone Sesar Mendatar (Zone Transform). Bentukan alam yang dihasilkan antara lain patahan atau sesar mendatar. Gerak patahan atau sesar ini dapat menimbulkan gempa bumi. Contoh: Sesar Sam Andreas di California.

Gambar 2.11 Dasar pergeseran horizontal di Samudera Atlantik 
(Sumber: http://www.stvincent.ac.uk/Resources/EarthSci/)
Tenaga endogen yang telah mengakibatkan adanya variasi bentuk muka bumi, tidak hanya terjadi di daratan melainkan juga di dasar laut

TEORI LEMPENG TEKTONIK DAN KAITANNYA DENGAN PERSEBARAN GUNUNG API DAN GEMPA BUMI

Pergerakan benua dan dasar laut menurut para ahli disebabkan adanya lempeng dalam kerak bumi. Lempeng-lempeng ini terapung-apung di atas mantel bumi. Arus konveksi yang kuat di dalam astenosfer menggerakkan lempeng-lempeng ini di permukaan bumi. Teori inilah yang dinamakan teori lempeng tektonik
Secara garis besar lempeng di dunia dibagi menjadi dua, yaotu lempeng samudera ynag merupakan dasar laut, dan lempeng benua yang merupakan daratan. Lempeng samudera memiliki berat jenis yang lebih berat dibandingkan lempeng benua. Lempeng samudera sering kita disebut dengan lapisan sima dan lempeng benua disebut lapisan sial.
Lempengan yang menyusun bumi terdiri atas lempeng tektonik yang besar dan kecil. Lempeng tektonik yang besar, antara lain:
1. Lempeng Fasifik, meliputi wilayah lautan Fasifik
2. Lempeng Amerika Utara, meliputi wilayah Amerika Utara
3. Lempeng Amerika Selatan, meliputi wilayah Amerika Selatan
4. Lempeng Afrika, meliputi wilayah Afrika, lautan Atlantik bagian timur, dan lautan Hindia bagian barat
5. Lempeng Eurasia, meliputi Eropa, Asia termasuk Indonesia
6. Lempeng Hindia Australia, meliputi wilayah Lautan Hindia, subkontinen India, dan Australia bagian barat.
7. Lempeng Antartika, meliputi benua dan lautan Antartika
Selain lempeng tektonik yang besar, bumi juga tersusun atas lempeng-lempeng taktonik yang berukuran kecil, antara lain:
1. Lempeng Nazca
2. Lempeng Cocos
3. Lempeng Filipina
4. Lempeng Karibia
5. Lempeng Arab
6. Lempeng Juan de fuca
7. Lempeng Rivera
8. Lempeng Gorda
9. Lempeng Scotia
Pergerakan lempeng tektonik ini menyebabkan bentukan-bentukan alam, sehingga membentuk batas yang memiliki tiga sifat yaitu: divergen atau menjauh, konvergen atau saling bertumbukan, dan lateral displacement atau sesar mendatar.
a. Batas Divergen
Batas divergen terjadi ketika lempeng-lempeng bergerak saling menjauh (proses saling menjauhnya dasar samudera). Magma mengalir keluara dari astenosfer dan terbentuklah lapisan batuan (litosfer) baru. Pada kasus ini, tekanan yang berasal dari dalam bumi sangat besar sedangkan kerak bumi sangat tipis sehingga menyebabkan terjadinya batas divergen. Daerah yang banyak memiliki batas divergen adalah Afrika bagian timur dan Laut Merah.
b. Batas Konvergen
Batas konvergen terjadi ketika sebuah lempeng terbentuk dan saling menjauh satu sama lain di suatu area, maka ditempat lain akan terjadi komvergensi dan tumbukan antar lempeng. Besarnya kekuatan tumpukan tergantung lapisan batuan lempeng. Masa lempeng benua lebih ringan di bandingkan masa lempeng samudra. Lempeng dengan masa lebih ringan akan mendorong lempeng dengan masa lebih berat kebawah. Proses inilah yang disebut dengan subdaksi dan daerah yang terbentuk subdaksi disebut dengan zona subdaksi.
Zona subdaksi dan batas konvergen ini dapat terjadi jika ada pertemuan dan tumpukan antara lempeng samudra denagn lempeng benua, lempeng samudra dengan lempeng samudra dan lempeng benua dengan lempeng benua.
c. Leteral displacement atau sesat mendatar/transform/saling bergesekan.
Lateral displacement terjadi ketika dua lempeng bergerak pada garis yang sama, tidak saling menjauh dan bertumpukan, misal satu bergerak ke utara dan satu ke selatan tanpa ada rekahan atau dikenal dengan pergeseran. Kejadian ini tidak menyebabkan penghilangan atau pemunculan kerak bumi, tetapi sepanjang daerah itu akan terbentuk sesar. Gerakan lempeng tektonik menyebabkan gempa bumi dan terbentuknya gunung.
Ada tiga tipe batas-batas lempeng yang masing-masing dibedakan dari jenis pergerakanya, yaitu:
1. Divergen yaitu lempeng-lempeng bergerak saling menjauh yang menyebabkan naiknya material dari mantel bumi dan membentuk lantai samudera yang luas.
2. Konvergen yaitu lempeng-lempeng bergerak saling mendekati yang menyebabkan salah satuv dari lempeng tersebut masuk kedalam mantel bumi dan berada dibawah lempeng lainnya
3. Patahan transfrom yaitu lempeng-lempeng bergerak saling bergesekan tampa menyebabkan penghancuran pada litosfer.

 " Mau bocoran soal ujian semester.......??? wow gitu lho......."